Mengapa Posisi CIO Semakin Strategis?

2018-11-05

Jakarta, TechnoBusiness ID - Teknologi informasi bukan lagi sekadar enabler bisnis, melainkan juga driver bagi enterprise dalam membangun daya saing. Mayoritas perusahaan di Indonesia menyatakan siap bertransformasi dari sistem konvensional ke digital. Sebagian kecil sudah melakukannya.

Dari survei yang diadakan oleh iCIO Community baru-baru ini terungkap bahwa mayoritas dari 53 chief information officer (CIO) anggota komunitas mengaku perusahaannya sudah dan akan segera melakukan transformasi.

 

Bahkan, rata-rata perusahaan-perusahaan tersebut telah menganggarkan dana hingga Rp100 miliar untuk proses transformasi digital pada 2019-2020.

 

Perusahaan-perusahaan itu berasal dari berbagai industri, mulai dari jasa keuangan, farmasi, pendidikan, telekomunikasi, energi, sumber daya mineral, media, transportasi, hingga ritel.

 

Rata-rata perusahaan-perusahaan anggota iCIO Community telah menganggarkan dana hingga Rp100 miliar untuk proses transformasi digital pada 2019-2020.


Sebanyak 10% dari perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan sudah merasakan dampak dari transformasi bisnis digital.

 

Itu menandakan, “Teknologi informasi bukan lagi sekadar enabler bisnis, melainkan juga driver bagi enterprise dalam membangun daya saing pada era Industri 4.0,” ungkap Abidin Riyadi Abie, Koordinator Divisi Riset iCIO Community, di Jakarta, Jumat (3/11).

 

Oleh sebab itu, berangkat dari niat untuk meningkatkan pengalaman pelanggan melalui digitalisasi, posisi CIO menjadi semakin strategis. “Dalam tiga tahun ke depan, enterprise merancang strategi yang fokus memodernisasi seluruh infrastruktur teknologi informasi, integrasi berbagai kanal digital mereka, serta mengembangkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia perusahaan,” tambah Hermawan Thendean, Koordinator Divisi Riset iCIO Community yang lain.


Sumber: technobusiness.id

 

Share this article: