Covid-19 Ubah Bisnis Jadi Berbasis Digital

2020-06-17

Pandemi Covid-19 telah mendorong perusahaan dan organisasi di Indonesia untuk mempercepat upaya dalam mengadopsi model bisnisnya yang berbasis digital. Hal ini juga dilatarbelakangi oleh keyakinan bahwa pandemi tersebut belum akan berakhir dalam waktu singkat.

Teknologi yang menjadi prioritas untuk diadopsi terkait adaptasi dengan perubahan tren di pasar, baik dari sisi kebutuhan pelanggan maupun karyawan. Tiga teknologi  yang menjadi prioritas diadopsi hingga setahun ke depan, yakni virtual meetings & collaboration tools, digital & commerce, serta network & access security.

 

Hal itu terungkap dalam survei iCIO Community, perkumpulan chief information officer (CIO) dan eksekutif senior di bidang teknologi informasi  dan komunikasi (TIK), yang bertajuk Indonesia CIO Priorities Survey During Pandemic Covid-19 & Beyond.

 

Koordinator Divisi Riset iCIO Community Abidin Riyadi Abie mengatakan, pandemi Covid-19 membuktikan bahwa transformasi digital bukan lagi menjadi sebuah pilihan bagi perusahaan, atau organisasi.

 

“Krisis ini menjadi kesempatan bagi CIO menyakinkan manajemen untuk mengakselerasi implementasi strategi transformasi digital, mendorong perusahaan terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi agar selalu relevan dengan tantangan dan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Abidin, dalam keterangannya, Selasa (16/6).

 

Survei itu dilakukan pada Jumat-Senin, 12-15 Juni 2020. Ada tiga aspek yang disurvei, yakni pengaruh wabah Covid-19 ke ekonomi dan bisnis, belanja TIK, serta prioritas transformasi perusahaan dan organisasi setelah pandemi tersebut.

 

Penelitian dilakukan secara daring (online) dengan 10 pertanyaan dan melibatkan 50 CIO dari berbagai industri, mulai dari perbankan, asuransi, layanan kesehatan, pemerintahan, manufaktur, logistik, telekomunikasi, pendidikan, ritel, minyak dan gas, hingga transportasi.

 

Hampir seluruh CIO menyatakan pesimistis pandemi Covid-19 akan berlangsung singkat. Sebanyak 39% CIO berpendapat, pembatasan aktivitas bisnis dan penerapan cara bekerja baru, seperti physical distancing dan work from home  (new normal/WFH), akan berlangsung lebih dari satu tahun.

 

Belanja TIK

Terkait pengaruh pandemi Covid-19 kepada belanja TIK, 41% CIO mengatakan anggaran TIK perusahaan atau organisasi tidak berubah. Hanya saja, alokasinya diubah dengan prioritas diutamakan untuk menjawab tantangan yang muncul sebagai akibat dari adanya pandemi Covid 19.

 

Sementara itu, 21% akan mengubah alokasinya menjadi  biaya operasi (operational expenditue/opex) dari sebelumnya lebih banyak untuk rencana belanja modal (capital expenditure/capex), serta 20% akan mengubah alokasi dengan prioritas untuk operasional. Selanjutnya, 13% CIO mengaku anggaran TIK-nya justru ditambah. Sisanya, sebanyak 5% mengungkapkan, anggaran TIK-nya tidak berubah sama sekali. baik dalam jumlah maupun alokasinya.

Source : Investor Daily

 

Share this article: