Alfamart (AMRT) Geber Investasi Teknologi untuk Efisienkan Operasional

1763110085kumpulan_email_web_banner_6jpg.jpg
Share

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), pemilik jaringan ritel Alfamart, berkomitmen melanjutkan investasi di sektor teknologi dan informasi (TIK) untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan, sekaligus menjaga bisnis operasional tetap efisien dan terukur.  CEO Sumber Alfaria Trijaya Anggara Hans Prawira menilai di tengah kondisi perekonomian yang cukup menantang, teknologi memiliki peran penting dalam operasional bisnis perusahaan.  Sebagai contoh, penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) membantu dalam memperkirakan permintaan barang di lebih dari 20.900 toko Alfamart di seluruh Indonesia. AI membuat perhitungan stok barang menjadi lebih terukur sehingga perusahaan dapat meletakkan barang sesuai dengan kebutuhan.  “Hasilnya sangat bagus. Stok inventory days-nya turun. Artinya stok levelnya turun. Artinya duitnya lebih muter," kata Hans di acara iCIO Award 2025, Kamis (6/11/2025).

Sekadar informasi, stok inventory days, atau yang dikenal sebagai days of inventory (DOI), adalah metrik bisnis yang mengukur rata-rata jumlah hari barang disimpan dalam persediaan sebelum dijual atau digunakan oleh perusahaan, termasuk dalam konteks ritel seperti Alfamart.   Metrik ini membantu menilai efisiensi manajemen persediaan, di mana angka yang lebih rendah menunjukkan perputaran stok yang lebih cepat dan pengurangan risiko barang usang. 

Hans juga menekankan investasi di teknologi juga bertujuan untuk mengantisipasi kerugian sebagai bagian dari manajemen risiko.  “Mencegah terjadinya kerugian. Itu juga kan sesuatu yang belum tentu terjadi. Tetapi kita merasa bahwa that's part of our risk management ya. Bisa dikuantifikasi," kata Hans. Hans mengatakan, investasi yang disalurkan perusahaan untuk IT tidak kecil. Hans tidak menyebutkan nominalnya, tetapi dia memastikan manfaat yang dihadirkan cukup signifikan.  Hans menjelaskan Alfamart juga terus melakukan evaluasi terhadap investasi IT. Evaluasi proposal berdasarkan aspek yang bisa dikuantifikasi dalam rupiah, seperti peningkatan revenue atau pengurangan biaya hingga yang tidak dapat dikuantifikasi seperti customer experience. Untuk diketahui, iCIO Awards merupakan ajang apresiasi untuk merayakan mereka yang tidak hanya memimpin dengan visi, tetapi juga menginspirasi perubahan dan ketahanan di era digital yang dinamis.

Sebanyak empat pemimpin terpilih tahun ini mencerminkan esensi kepemimpinan visioner di era digital di mana mereka tidak hanya mampu mengakselerasi inovasi dan meningkatkan daya saing bisnis, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat.  Para pemimpin terpilih adalah Operation Director PT Sreeya Sewu Indonesia Soerjo Winarto, sebagai The Most Innovative CIO. Kemudian, Chief Technology Officer PT MNC Digital Indonesia/ RCTI+ Rio Anugrah, sebagai The Most Intelligent CIO.  Selain itu, penghargaan diberikan kepada Chief Digital & Technology Officer PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) Risetiyawan Dimas Sutejo, sebagai The Most Influential CIO. Terakhir, penghargaan The Most Inspiring CEO diberikan kepada CEO PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) Anggara Hans Prawira.